Menjelaskan Dengan Sederhana - Feynman Technique


Sebuah proses belajar akan menjadi menyenangkan jika dinikmati, tapi bagaimana mau menikmati kalau yang dipelajari itu susah dimengerti ? ini akan menjadi sebuah paradox jika dipertanyakan ke diri sendiri atau orang lain.
Seorang ilmuwan yang gambar wajah dengan lidah menjulur telah diketahui orang banyak yang bahkan tidak mengetahui namanya, pernah mengatakan bahwa :
“If you can’t explain it simply, you don’t understand it well enough.”
artinya, jika kita tidak bisa menjelaskan hal yang kompleks menjadi lebih sederhana, itu artinya kita tidak benar-benar mengerti apa yang kita sampaikan itu.
So, coba sekarang kalian jelaskan teori fisika kuantum kepada anak berumur 6 tahun, gimana hasilnya ? (gak gini juga ya, haha)
oke, jadi untuk mengetahui apakah kita telah benar-benar memahami apa yang telah kita pelajari, mungkin kita bisa mencoba teknik feynman ini.
This is the idea behind the Feynman Technique.
Named after the Nobel Prize-winning physicist Richard Feynman – who, in addition to being a brilliant scientist, was also called “The Great Explainer” for his ability to relay complex ideas to others in simple, intuitive ways – the Feynman Technique is a method for learning or reviewing a concept quickly by explaining it in plain, simple language.
yang diatas itu adalah profil singkat dari Richard Feynman yang memang dikenal sebagai "The Great Explainer" atau orang yang dapat menjelaskan dengan baik sekali. Dibawah ini akan diuraikan bagaimana cara untuk menerapkan teknik tersebut :
Step 1: Grab a sheet of paper and write the name of the concept at the top. You can use pretty much any concept or idea – even though the technique is named after Feynman, it’s not limited solely to math and science.
Langkah pertama adalah menuliskan konsep yang akan kita jelaskan ke orang lain nantinya.
  • Step 2: Explain the concept in your own words as if you were teaching it to someone else. Focus on using plain, simple language. Don’t limit your explanation to a simple definition or a broad overview; challenge yourself to work through an example or two as well to ensure you can put the concept into action.
Selanjutnya, kita mulai menjelaskan dengan bahasa yang sesederhana mungkin, atau jika tidak ada orang yang mendengarkan penjelasan anda, silahkan menangis. Tentunya anda bisa menggunakan bantuan HP dengan merekamnya, jadi anda bisa menjadi pendengar untuk diri anda sendiri mbloo...
  • Step 3: Review your explanation and identify the areas where you didn’t know something or where you feel your explanation is shaky. Once you’ve pinpointed them, go back to the source material, your notes, or any examples you can find in order to shore up your understanding.
setelah itu, waktunya mereview kembali apa yang telah anda jelaskan, lalu catat atau tandai pada point/materi yang masih sulit untuk dimengerti, dan selanjutnya silahkan coba revisi catatan yang kita tuliskan tadi dengan penjelasan yang lebih sederhana dari sebelumnya.
  • Step 4: If there are any areas in your explanation where you’ve used lots of technical terms or complex language, challenge yourself to re-write these sections in simpler terms. Make sure your explanation could be understood by someone without the knowledge base you believe you already have.
setelah direvisi catatannya, sekarang waktunya menjelaskan lagi, entah itu kepada orang yang sama atau orang lain atau sendiri lagi. Kalau itu adalah orang yang sama, pastinya dia orang yang sangat sabar mendengarkan anda.

Komentar