MENGENAL PLTMH, DARI SUNGAI MENJADI LISTRIK



Saat itu aku menulis ini, harga minyak mentah menyentuh angka 60 - 70 US dollar per barrel-nya, sebuah angka yang rendah jika dibandingkan harga tertinggi yang penah dicapai yaitu hingga menyentuh 100 $, namun ini tidak lebih buruk dari tahun sebelumnya yang hanya dapat mencapai angka 50 $.

Minyak mentah adalah penghasil energi utama di bumi kita ini, dengan teori yang mengemukakan bahwa minyak ini berasal dari fosil dinosaurus yang tertimbun selama jutaan tahun, ditarik kesimpulan bahwa energi ini termasuk "tidak dapat diperbarui", namun setiap hal pasti selalu ada pro dan kontra, sehingga kini ada teori yang bermunculan bahwa minyak bumi dapat diperbarui, namun fakta yang sudah pasti adalah energi yang kita gunakan ini, adalah energi dengan emisi yang perlahan-lahan akan merusak bumi kita sendiri, jadi jika kalian bertanya apa saya akan memilih energi terbarukan atau tidak, jawaban saya adalah "Saya akan memilih energi yang lebih bersih".

Indonesia dianugerahi alam yang luar biasa indah, salah satu keindahan alam yang akan kita bahas disini adalah SUNGAI, sungai adalah sumber kehidupan bagi makhluk hidup, mengalir dari hulu ke hilir, dari tempat tinggi ke rendah, menjadi kawasan wisata, tempat foto selfie, mandi, nyuci, buang air, dan yang paling bermanfaat, sungai dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan listrik.
Jika pada umumnya kita telah mengetahui Pembangkit Listrik Tenaga Air yang memanfaatkan bendungan yang menampung air dalam volume besar lalu diterjunkan dari tempat yang tinggi dengan turbin ada diposisi bawah sehingga energi potensial air akan memutar turbin, lalu (silahkan googling dengan keyword "cara kerja PLTA").

Mirip seperti PLTA, namun dengan skala yang lebih kecil, yang dimaksudkan adalah energi listrik yang dihasilkan lebih kecil ketimbang PLTA, yap namanya adalah PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro).

PLMTH mengacu pada energi listrik yang dihasilkan yaitu tidak lebih besar dari 100kWh dan yang menjadi sumber energinya adalah aliran sungai.

"Mikrohidro atau yang dimaksud dengan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), adalah suatu pembangkit listrik skala kecil yang menggunakan tenaga air sebagai tenaga penggeraknya seperti saluran irigasi, sungai atau air terjun alam dengan cara memanfaatkan tinggi terjunan (head) dan jumlah debit air"



Gambar diatas adalah skema dari komponen-komponen yang digunakan dalam PLTMH, kita coba uraikan :

1. Bendungan : menampung air sungai
2. Intake : Saluran masuk menuju saluran pelimpah
3. Spillway / saluran pelimpah : ini akan membawa aliran menuju forebay
4. Forebay : penampungan sebelum dialirkan kebawah melalui pipa pesat
5. Pipa pesat : pipa ini berfungsi untuk menghasilkan energi potensial dengan cara mengalirkan air dari atas ke bawah dengan ketinggian tertentu dalam pipa diameter kecil.
6. Power House : bertugas untuk mengubah energi potensial air menjadi energi listrik


Tidak semua sungai bisa dimanfaatkan untuk membangkitkan listrik, ada dua faktor penting yang menjadi pertimbangan :

1. Debit Air
Debit air sangat mempengaruhi energi yang dihasilkan, semakin besar debit akan semakin menghasilkan energi yang tinggi, faktor debit ini juga mempengaruhi spesifikasi dari komponen yang akan digunakan, turbin misalnya.
Debit ini juga berhubungan dengan Volume air.

2. Ketinggian
Energi potensial sangat tergantung dari beda ketinggian, semakin tinggi beda ketinggian akan semakin besar pula energi potensialnya, jadi posisi penempatan forebay dengan power house harus dipertimbangkan berapa beda ketinggian yang optimal hingga dapat menghasilkan output terbaik.

Masih ada beberapa faktor lain yang juga cukup mempengaruhi, namun untuk fase pdkt, kita cukup melihat big picture dari PLTMH ini. Di artikel lain kita akan membahas lebih mendalam ke faktor teknis dari Pembangkit Listrik ini.

Baiklah, semoga bermanfaat,

"Berbagi adalah sesuatu yang bermanfaat, karna kita sendiri sadar, bahwa saat kita menerima sesuatu, pasti kita akan bahagia"









Komentar