GURU (TEMAN)



Jika kelas menjadi ruang isolasi bagi mereka, biarkan dia berusaha menjadi wadah imajinasi mereka.

Dia bukan guru yang cerdas memang, namun memiliki misi yang jelas, untuk menjadi teman sekaligus seorang guru, yang semoga saja dapat mengantarkan muridnya ke pintu gerbang keberhasilan, hanya sampai gerbang, setelah pintu terbuka, murid tersebut lah yang akan menentukan langkahnya sendiri.

Pelajaran yang diberikan dari sekolah sudah lebih dari cukup, full day school, PR yang jumlahnya sama dengan total guru yang mengajarnya selama seharian penuh, tak jarang membuat murid mengeluh, bahkan sekaliber murid berprestasi juga akan mengeluhkan hal yang sama dengan teman sebangkunya yang sangat suka sekali bermain game dan tidur saat pelajaran berlangsung.

Selama di sekolah, siswa terus disajikan pembelajaran yang lebih mengajarkan langkah-langkah penyelesaian soal tanpa dibekali dengan penguatan pemahaman mengenai esensi konsep yang sedang dipelajari.

Disinilah dia mengerjakannya tugasnya, menjadi seorang guru yang bukan hanya sekedar memberi tugas lalu membiarkan muridnya mencari jawaban yang tersedia luas di internet, mencoba menjadui teman ngobrol untuk membicarakan hal hal saintifik, memahami dunia dengan cara pikir sederhana namun berlandaskan ilmu pengetahuan, sulit memang, namun jika dia tidak mengambil peran itu, kasihan masa depan bangsa kita, imajinasi mereka terkukung oleh sistem yang aneh, sistem yang bertujuan baik, namun rasanya kurang tepat.

Komentar