JIKA HIDUP ADALAH SEBUAH MODEL MATEMATIKA
Model Matematika adalah suatu tahap dalam penyelesaian masalah. Ada yang disebut sebagai persamaan dan juga pertidaksamaan.
Secara umum model memilki 3 unsusr utama, yaitu :
- Input
- Proses
- Output
Jika kita sederhanakan menjadi proses dalam membuat Indomie, akan menjadi seperti ini : Input adalah bahan baku (Indomie, Air, Cabe, dll), Proses adalah saat kita memasak Indomie, dan Output adalah hasil jadinya, ex : Indomie with pinneaple jar and fried garlic
Contoh soal model matematika :
Pak Toni adalah pedagang roti. Beliau menjual dagangannya menggunakan gerobak yang hanya memuat 600 roti. Roti yang dijualnya ada 2 macam yaitu roti manis dan roti tawar dengan masing-masing harganya adalah Rp 5.500,00 dan Rp 4.500,00 per bungkus. Dari penjualan roti ini, beliau datpat memperoleh keuntungan Rp 500,00 dari sebungkus roti manis dan sebesar Rp 600,00 dari sebungkus roti tawar. Apabila modal yang dipunyai oleh Pak Toni adalah Rp 600.000, buatlah model matematika yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya!
Untuk yang masih atau telah melewati masa sekolah pasti familiar dengan soal diatas, beberapa pasti berpikir ini hanyalah permainan angka sederhana, dan iya, jika kita melihat big picture - nya memang seperti itu, tapi mari kita memahami matematika agar bisa lebih applicable lagi untuk kehidupan kita.
Kita sudah paham apa itu model matematika. Model yang kita buat memiliki input sebagai bahan masukan, input tersebut akan diproses dan menghasilkan output yang menjadi sebuah hasil. Hasil ini tergantung kepada input atau masukan yang kita berikan.
Kita telah mengetahui bahwa model ini dipengaruhi penuh oleh input, tentu dalam hidup kita mengharapkan hasil terbaik, namun bagaimana bisa kita mengharapkan hasil terbaik namun input yang kita berikan dalam hal ini adalah usaha, memilili nilai yang rendah, atau bahkan minus ?
Matematika memang adalah ilmu pasti, 1 + 1 sudah pasti 2, tapi, aku dan kamu belum tentu menjadi kita. Namun dengan matematika, kita bisa menghitung, setidaknya berapa besar kemungkinan yang akan terjadi (baca teori probabilitas), dengan mengetahui kemungkinan terjadinya sebuah peristiwa, itu bisa membantu kita untuk berpikir lebih positif dan realistis.
ketika anda jatuh cinta, akan ada banyak usaha dalam berbagai macam bentuk yang ada lakukan untuk sekedar mencitakan simpul senyum di pipinya, namun seberapa besar kemungkinan dia akan tersenyum ? anda harus lebih dulu mengetahui input yang tepat, seperti hal apa saja yang disukainya, atau meningkatkan kemampuan humor anda sendiri, setelah inputnya beres, anda akan mengeksekusinya dengan proses yang tepat, pada waktu yang tepat, dan ditempat yang pas pula. setelah itu, anda akan mengira-ngira apakah ini akan berhasil, berdasarkan teori yang ada, mungkin anda akan berhasil, kini anda bersifat optimis karena proses yang anda lakukan tadi melalui perhitungan, bukan hanya asal aksi. dan pada akhirnya, output seperti apa yang anda dapat ? Teori Khaostik, Input, Proses, Output dapat beragam, dan tidak selalu saling mempengaruhi secara langsung, dari sini anda harus belajar bersifat realistis dan menerima kenyataan yang sebenarnya, bahwa pikiran manusia dan hati manusia sangat sulit diperhitungkan.
Yap, begitulah kira-kira, kesimpulannya ?
Matematika membantu kita untuk berpikir optimis dan realistis, dan yang paling penting, selalu sediakan ruang untuk imajinasi, karena tanpa imajinasi, matematika hanyalah sebuah angka.

Komentar
Posting Komentar