Mengejar Kebahagiaan yang Sederhana

"Bahagia itu sederhana"



Apa kalian pernah mendengar kalimat diatas, pasti pernah bukan ?
Orang yang telah bahagia dalam hidup jelas akan mengatakan hal itu pada orang yang dipandangnya belum bahagia ataupun tidak bisa membuat dirinya bahagia.

Saat aku mengetik ini, aku sendiri pun masih bingung apa itu "bahagia", benar selama ini aku selalu terlihat hepi2 aja, aku terlalu banyak menyembunyikan sesuatu yang membuat orang berfikir aku tidaklah bahagia, jauh didalam hatiku, aku masih benar benar bingung, aku melihat orangtua, keluarga, kekasih, aku yakin mereka semua punya kesedihan yang mereka sembunyikan, aku bisa mengetahuinya hanya dengan melihatnya, tapi apa mereka juga merasakan kesedihanku ?

Baiklah, sekarang aku akan mencoba berfikir bahwa bahagia itu sederhana. Merokok tanpa ketahuan ? ya, aku senang melakukannya.  Akhirnya aku kini punya pacar ? ya, aku bahagia, tapi kadang juga sebaliknya. Yap, ternyata sesederhana itu, hingga kini kalian dan aku masih diberikan waktu untuk bernafas pun, seharusnya kita kategorikan sebagai kebahagiaan juga bukan ? Namun kita, manusia, selalu meminta lebih, itulah sifat alamiah kita.

Temanku pernah berkata, Tuhan akan memberikan kita rasa sakit jika kita terlalu berharap pada manusia lain, dan aku pun merasakan itu.  Aku jatuh cinta pada wanita, dia pun berkata dia mencintaiku, dan kita pun menjalin hubungan, tapi apa yang terjadi sekarang ? itu membuatku berfikir, seperti inikah rasa sakitnya ? bukankah lebih baik jika aku "jomblo" aku tetap akan bahagia, tapi aku egois, aku tidak ingin melepasnya.


Curahan ini belum berakhir.

Komentar